Konsep Bertanya dalam CTL

Posted: Oktober 31, 2011 in Uncategorized

Salahsatu landasan dalam pembelajaran kontekstual adalah “bertanya”. Contextual Teaching and Learning mempunyai ciri tersendiri dalam memodel “bertanya”. Baik guru dan murid mempunyai kecenderungan kritis sehingga dapat memaksimalkan bagaiamana mereka melakukan dialog dalam sebuah pertanyaan.

 

Proses pembelajaran yang dilakukan peserta didik diawali dengan bentuk protes, yang akan menimbulkan pertanyaan. Protes bertanya yang dilakukan peserta didik sebenarnya merupakan proses berfikir yang dilakukan pesereta didik dalam rangkah memecahkan masalah dalam kehidupannya.

Bertanya mempunyai nilai-nilai positif dalam pengembangan pembelajaran dan kepribadian, serta sangat menunjang logika berfikir kritis. Berikut adalah beberapa hal yang dapat diambil manfaatnya dari konsep bertanya:

  • Membangun perhatian (Attention Building);
  • Membangun minat (Interest Building);
  • Membangun motifasi (motifation Building);
  • Membangun sikap (Aptittude Building);
  • Membangun rasa keingintahuan (Curiusity Building);
  • Membangun interaksi antar siswa dengan siswa
  • Membangkitkan interaksi antara siswa dengan guru
  • Interaksi antara siswa dengan lingkungannyasecra kontekstual;
  • Membangun lebih banyak lagi pertanyaan yang dilakukan siswa dalam rangka menggali dan menemukan lebih banyak informasi (pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh oleh peserta didik)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s