Bagaimana Konstruktivisme dan Inquiry dalam CTL

Posted: Oktober 31, 2011 in Uncategorized

Metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning mempunyai beberapa komponen dasar, diantaranya adalah Konstruktivisme dan Inquiry (penemuan). Kedua komponen dasar tersebut mempunyai pengaruh besar dalam metode pembelajaran kontekstual, berikut lebih jauh;

Konstruktivisme (Constructivism)

Contextual Teaching and Learning dibangun dalam landasan konstruktivisme yang memiliki anggapa bahwa pengetahuan dibangun peserta didik sedikit demi sedikit (incremental) dan hasilnya diperluas melalui konteks terbatas dan tidak dengan tiba-tiba.

Esensi dari teori konstruktivisme adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain, dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri.[1]

Menemukan (Inquiry)

Proses pembelajaran yang dilakukan peserta didik merupakan proses menemukan (Inquiry) terhadap sejumlah pengetahuan dan keterampilan.

Proses inquiry terdiri atas:

Pengamatan (observation)
Bertanya (questioning)
Mengajukan dugaan (hipothesis)
Pengumpulan data (data Ghatering)
Penyimpulan (conclussion)

Langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: 1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun; 2) mengamati atau melakukan observasi; 3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lainnya; dan 4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru, atau audience lainnya .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s