Antropoli PSK

Posted: Oktober 27, 2011 in Antropologi

Pengantar
Sebuah fenomena yang terus berkembang dan tak pernah terselesaikan dari masa ke masa dari suatu negeri ke negeri yang lainnya dari sebuah ruang dan waktu, ada yang bilang ini adalah pekerjaan yang seharusnya tidak ada dan ada yang mengatakan mungkin itu jalan terakhir yang harus ditempuh. Fenomena itu adalah wanita panggilan/ perek/ pelacur dan masih banyak lagi sebutan lain untuk pekerjaan itu yang pada perkembangan selanjutnya dihaluskan menjadi wanita tuna susila dan diperhalus lagi menjadi Pekerja Sexs Komeresil (PSK).
Kebudayaan adalah tenunan makna, dan dengan tenunan itu manusia menafsirkan pengalaman mereka dan mengarahkan tindakan mereka (Geertz,1993;74). Bertolak dari defenisi diatas dapat kita lihat bagaimana PSK mencoba menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Perkembangan PSK dari masa ke masa
PSK Pada masa kerajaan / tradisional
Pada zaman kerajaan dapat kita temukan selir, dimana mereka disahkan oleh pihak kerajaan bahkan itu merupakan sebuah pertanda bagi seorang raja bahwa ia sangat dihormati dan disayangi oleh rakyatnya walaupun pada akhirnya itu mengakibatkan perpecahan dalam kerajaan sendiri dan akhirnya dilarang dan dikeluarkan sebuah keputusan raja hanya boleh berhubungan dengan istrinya yang sah atau yang telah ia nikahi.
Seiring dengan perkembangan zaman dan selir itu berobah menjadi Pelacur dan tugasnya tidak hanya melayani para raja dan petinggi kerajaan tetapi juga orang banyak dimana mereka mulai teroganisir dalam sebuah tempat yang dinamakan rumah bordil. Mereka memiliki cukong dan bekerja berdasarkan perintah seorang cukong, dengan bayaran yang ditentukan oleh cukong itu sendiri karena yang mengkonsumsi pelacur ini layaknya sebuah obat yang membuat seseorang ketagihan sehingga terjadi konflik di dalam masyarakat baik antara konsumen sampai pada konflik keluarga dan akhirnya praktek yang seperti itu dihapuskan dan dilarang oleh pihak kerajaan sehingga berbagai rumah bordir ditutup dan dinyatakan ilegal. Dengan dinyatakan ilegal maka para wanita penghibur itu agar dapat bertahan dan tetap menjadi salah satu kebutuhan laki-laki, mereka membuka warung misalnya warung kopi dan mereka akhirnya dapat terus beroperasi walau dengan sangat extra hati-hati agar tidak terbongkar apa yang sebenarnya mereka perdagangkan, walaupun pintarnya mereka menyamarkan tujuan mereka namun kontrol masyarakat tetap ada dan terus mengawasi.

Zaman Pencerahan dan Zaman Victoria
Mungkin sedikit berbeda dengan masa kerajaan, pada zaman pencerahan tidak ada yang menjadi selir yang ada hanya wanita penghibur pada masa itu wanita penghibur memiliki status sosial dalam masyarakatnya mereka diakui keberadaannya. Bahkan pada saat-saat tertentu mereka memegang peranan penting dalam berhasilnya sebuah daerah mengembangkan daerah kekuasaan mereka. Proses adaptasinya disini kami jelaskan dengan zaman pencerahan, dimana para wanita penghibur dipekerjakan untuk menjadi pemuas hasrat para petinggi negara, mereka tinggal dirumah mereka selayaknya masyarakat lainnya. Dan yang uniknya pada masa itu wanita penghibur merupakan keturunan dan setiap orang tua mempersiapkan anak-anak mereka untuk menjadi wanita penghibur yang propesional, membekali anak-anaknya dengan pengetahuan bagaimana menjadi wanita penghibur yang hebat dan ilmu pengetahuan lainnya politik bahkan psikologi.
Setiap para petinggi butuh, mereka tinggal pergi kesana atau meminta para wanita penghibur tersebut untuk datang kerumah mereka. Namun hal ini tak berlansung lama, masyarakat banyak yang memiliki uangpun akhirnya mengikuti pola hidup para petinggi mereka, mereka mulai mengkonsumsi wanita penghibur sebagai salah satu kebutuhan mereka. Sama halnya pada masa kerajaan, hal ini mengakibatkan berbagai konflik dalam masyarakat itu sendiri dan pada akhirnya ditentang dan dibubarkan oleh mereka sendiri. Namun fenomena ini terus berlanjut layaknya bom waktu yang dapat meledak kapan saja dan dibagian bumi mana saja.
Zaman modern
Pada saat sekarang PSK bukan sekedar pedagang yang mengandalkan barang bagus yang menarik pembeli, PSK sudah mulai mempelajari bagaimana situasi, kondisi mereka sendiri dan juga mulai mencari celah untuk menjadikan barang dagangan mereka tetap dibutuhkan konsumen. Mereka mulai mempelajari psikologis konsumen dan bekerja propesional (layaknya produsen yang mempelajari kebutuhan konsumennya). Waktu terus berjalan dan permintaan pasar mulai berobah, barang bagus harga standar. PSK tidak hanya digeluti oleh pemain lama yang hanya mengantungkan hidup dari itu saja , berbagai orang dari berbagai profesi juga mulai mengeluti pekerjaan ini, seperti yang diberitakan oleh tabloid Genta Andalas terbitan Unand yang memberitakan bahwa ada mahasiswa yang juga terlibat dalam dunia PSK ini. Dari berita itu dapat kita lihat bahwa mahasiswi juga mulai bergelut dalam dunia seperti itu.
Dari ilustrasi dan data diatas dapat kita lihat para PSK zaman sekarang mempelajari kembali sejarah mereka dan mengadopsi cara-cara lama yang pernah jaya pada masa lalu. Dan dari data diatas juga terasa sekali kontrol masyarakat mulai kehilangan arah karena PSK mulai membentuk pola-pola baru dan sulit untuk dijangkau oleh kontrol sosial masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s